Sektor pariwisata merupakan salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pariwisata terbukti mampu memberikan dampak ganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor, mulai dari peningkatan lapangan kerja, pengembangan usaha kecil, hingga penerimaan daerah. Kajian ini dilaksanakan untuk menganalisis kontribusi ekonomi pariwisata sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis tata kelola kolaboratif (collaborative governance).
Potensi dan Kontribusi Ekonomi
Kepri memiliki lebih dari 2.400 pulau dengan keunggulan wisata bahari, budaya, kuliner, serta potensi wisata religi.
Pariwisata berkontribusi signifikan terhadap PDRB daerah, penerimaan pajak, dan serapan tenaga kerja.
Terdapat private island kelas dunia seperti Pulau Nikoi dan Pulau Bawah, serta destinasi unggulan budaya seperti Pulau Penyengat.
Pengeluaran wisatawan dan penyelenggaraan event wisata mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
Tantangan dan Permasalahan
Pengelolaan destinasi wisata belum merata; sebagian besar potensi wisata masih belum tergarap optimal.
Sinkronisasi kelembagaan antar tingkat pemerintahan (pusat, provinsi, kabupaten/kota) dan swasta masih perlu diperkuat.
Kualitas sumber daya manusia pariwisata, promosi, serta infrastruktur pendukung masih terbatas.
Kebijakan dan Strategi
Kajian ini menekankan pentingnya penerapan collaborative governance, yakni sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam:
Pengembangan destinasi wisata unggulan yang inklusif.
Peningkatan kualitas SDM pariwisata melalui pelatihan dan sertifikasi.
Optimalisasi promosi internasional dan kerja sama dengan investor.
Sinkronisasi penyelenggaraan event budaya, religi, dan wisata bahari lintas kabupaten/kota.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Pariwisata Kepri berpotensi menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah. Untuk itu, diperlukan:
Peningkatan tata kelola terpadu antara pemerintah dan stakeholder.
Penguatan branding pariwisata Kepri sebagai destinasi bahari, budaya, dan religi internasional.
Peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas menuju kawasan wisata.
Pengembangan investasi dan ekonomi kreatif yang berorientasi pada masyarakat lokal.
Penelitian ini menegaskan bahwa pariwisata Kepri bukan hanya sektor ekonomi, tetapi juga instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi daerah di kancah regional dan global.
Bidang Penelitian dan Pengembangan. Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau.