KAJIAN POTENSI PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Tahun 2018 93 kali dibaca

Deskripsi / Abstrak

Pembangunan ekonomi daerah bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi sumber daya dan penciptaan lapangan kerja. Kajian ini menyoroti kondisi perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan signifikan. Pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Kepri hanya mencapai 2,01 persen, terendah di kawasan Sumatera dan jauh di bawah target RPJMN maupun RPJMD.

Kajian ini menyimpulkan bahwa ketergantungan yang besar pada Kota Batam sebagai motor industri dan perdagangan membuat struktur ekonomi Kepri rentan terhadap gejolak eksternal. Oleh karena itu, diperlukan diversifikasi dan penguatan sektor unggulan di wilayah lain.

Potensi Sektor Unggulan

Analisis Indeks Dominasi Sektor (IDS) dan Indeks Potensi Pengembangan Sektor (IPPS) menunjukkan sejumlah peluang pengembangan di kabupaten/kota:

Bintan: pariwisata dan jasa pendukung.
Lingga: pertanian dan perkebunan.
Natuna & Kepulauan Anambas: kelautan dan perikanan.
Karimun: industri pengolahan dan logistik.
Tanjungpinang: perdagangan, jasa, dan sektor pendidikan.


Tantangan Perekonomian

Kajian ini juga mencatat beberapa tantangan:

Tingginya pengangguran terbuka di sejumlah wilayah.
Ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota.
Daya beli masyarakat yang melemah akibat perlambatan pertumbuhan.
Keterbatasan infrastruktur penunjang di luar Batam.


Rekomendasi Kebijakan

Untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, kajian ini merekomendasikan:

Diversifikasi Ekonomi: mengurangi ketergantungan pada Batam dengan mengoptimalkan potensi sektor unggulan kabupaten/kota.
Pengembangan Infrastruktur: mempercepat pembangunan konektivitas, energi, dan fasilitas logistik.
Peningkatan SDM: melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan penguatan ekonomi kreatif.
Kolaborasi Investasi: mendorong kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal.
Kebijakan Inklusif: menekan pengangguran, mengurangi ketimpangan, serta memperkuat daya beli masyarakat.

Tim Penulis / Penyusun

Bidang Penelitian dan Pengembangan. Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau.

Unduh Dokumen

Unduh Laporan (PDF, 4.6 MB)
Reset