KAJIAN PENINGKATAN INVESTASI DALAM RANGKA PENGEMBANGAN DUNIA USAHA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Tahun 2018 47 kali dibaca

Deskripsi / Abstrak

Kajian ini dilaksanakan oleh Bappeda Provinsi Kepulauan Riau bekerja sama dengan FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi permasalahan, potensi, peluang, serta tantangan strategis yang memengaruhi realisasi investasi, sekaligus merumuskan strategi kebijakan untuk mendukung pengembangan dunia usaha di Kepri

Latar Belakang

Investasi merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kapasitas fiskal daerah.
Kontribusi investasi terhadap PDRB Kepri sangat signifikan, rata-rata mencapai 41,82% pada periode 2012–2016.
Namun, sejak 2012 pertumbuhan ekonomi Kepri menunjukkan tren perlambatan, puncaknya pada 2017 hanya tumbuh 2,01%, terutama akibat melemahnya investasi di Kota Batam sebagai pusat industri.


Permasalahan Utama

Kepastian hukum investasi yang sering dipertanyakan, terutama terkait status FTZ Batam, Bintan, dan Karimun serta wacana perubahan menjadi KEK.
Ketergantungan pada Batam menyebabkan perekonomian provinsi sangat rentan terhadap gejolak industri di kota tersebut.
Kesenjangan antarwilayah, di mana daerah luar Batam–Bintan–Karimun memiliki daya tarik investasi yang rendah.
Inefisiensi investasi ditunjukkan oleh tren kenaikan ICOR Kepri, menandakan modal yang besar belum optimal menghasilkan output.


Faktor Kekuatan

Posisi strategis Kepri dekat dengan Singapura dan Malaysia.
Industri manufaktur berorientasi ekspor di Batam.
Status kawasan ekonomi strategis serta adanya insentif investasi.


Peluang

Pertumbuhan sektor pariwisata dan kelautan.
Kehadiran perguruan tinggi sebagai pencetak SDM industri.
Proyek strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur dan pangkalan militer di Natuna
 

Ancaman

Tekanan ketidakpastian ekonomi global.
Persaingan antar kawasan strategis di Asia Tenggara.
Ketimpangan penguasaan teknologi informasi.


Rekomendasi Kebijakan

Memperkuat kepastian hukum dan konsistensi regulasi investasi.
Mendorong diversifikasi investasi ke luar Batam untuk mengurangi ketimpangan wilayah.
Mengoptimalkan potensi pariwisata, maritim, dan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.
Meningkatkan kualitas SDM dan kapasitas infrastruktur pendukung.
Membangun koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta badan pengelola kawasan.

Tim Penulis / Penyusun

Bidang Penelitian dan Pengembangan. Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Unduh Dokumen

Unduh Laporan (PDF, 1.29 MB)
Reset