Provinsi Kepulauan Riau merupakan entitas geografis yang memiliki karakteristik kemaritiman sangat dominan, dengan 96persen wilayahnya terdiri atas perairan. Posisi strategis di jalur pelayaran internasional, khususnya Selat Malaka, menjadikan provinsi ini sebagai simpul penting dalam arus perdagangan global. Namun demikian, pemanfaatan potensi kemaritiman belum sepenuhnya terintegrasi dalam kerangka pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Kajian ini disusun sebagai respons terhadap kebutuhan akan perencanaan strategis berbasis data dan analisis spasial, dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan kemaritiman serta merumuskan strategi optimalisasi yang adaptif terhadap dinamika lokal dan global. Pendekatan Tipologi Klassen digunakan untuk mengklasifikasikan sektor-sektor berdasarkan tingkat pertumbuhan dan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di enam kabupaten/kota.
Hasil kajian menunjukkan bahwa sektor perikanan budidaya dan tangkap di Kabupaten Karimun, Bintan, Natuna, dan Lingga berada dalam kategori sektor unggulan, sementara Kota Batam dan Tanjungpinang tergolong sektor berkembang. Industri pengolahan hasil laut menunjukkan konsentrasi aktivitas di Kota Tanjungpinang, sedangkan sektor transportasi laut dan sungai menonjol di Kabupaten Bintan. Di sisi lain, sektor pariwisata bahari memiliki potensi besar yang tersebar di tujuh koridor strategis, namun masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur dan promosi destinasi.
Kegiatan labuh jangkar komersial, yang tersebar di enam titik strategis, menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan. Namun, pengelolaannya masih terfragmentasi dan memerlukan harmonisasi kebijakan lintas sektor. Kajian ini juga menyoroti perlunya penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM maritim, serta integrasi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Strategi yang direkomendasikan meliputi pengembangan teknologi perikanan, penataan regulasi sektor tambang laut, penguatan jejaring pemasaran produk olahan, serta pengembangan pelabuhan komersial dan trayek laut. Di sektor pariwisata, pelibatan UMKM dan penguatan ekosistem digital menjadi prioritas.
Sebagai penutup, kajian ini merekomendasikan penyusunan grand design pembangunan kemaritiman yang mencakup aspek pendidikan, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sinkronisasi program antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelibatan aktif pemangku kepentingan, serta kajian lanjutan berbasis subsektor menjadi langkah strategis menuju pembangunan kemaritiman yang inklusif dan berkelanjutan.
Bidang Penelitian dan Pengembangan. Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Maritim Raja Ali Haji.