Tanjungpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Provinsi Kepri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai III Barenlitbang Kepri, Senin (25/5). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, luring dan daring ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di seluruh kabupaten/kota se-Kepulauan Riau.
Bimtek tersebut diikuti oleh sejumlah OPD Provinsi Kepri, pemerintah kabupaten/kota, hingga para camat se-Kepri sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan penginputan aksi konvergensi stunting tahun 2026. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kepri Nur Aisyah Fatmasari,S.E., M.M menyampaikan bahwa transformasi aksi konvergensi kini diarahkan lebih modern dan berbasis hasil, dengan fokus pelayanan hingga tingkat kecamatan melalui dashboard konvergensi, integrasi data, serta penguatan intervensi yang lebih terarah.
Diketahui, stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang harus ditangani secara terpadu sejak masa remaja, kehamilan, hingga usia balita. Pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, sanitasi aman, akses air minum layak, hingga pendampingan keluarga sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting