Tanjungpinang - Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rancangan Awal RPJPD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2025-2045. Kegiatan tersebut dipimipin langsung oleh Kepala Bappeda Kepri Misni, S. KM.,M.Si yang dilaksanakan secara tatap muka dan daring pada tanggal 30 s.d 31 Oktober 2023 di Aula Wan Seri Beni, Dompak - Tanjungpinang.
Dalam sambutannya Kepala Bappeda Kepri menyampaikan bahwa FGD RPJPD Provinsi Kepri sudah memasuki fase akhir, setelah secara marathon dilaksanakan sebanyak 3 kali yaitu di Jakarta, Batam, dan Tanjungpinang. Bappeda senantiasa menjaga proses dari penyusunan Ranwal RPJPD tersebut, sehingga ditargetkan Desember tahun 2023 draft ranwalnya sudah selesai.
Pembahasan RPJPD 2025-2045 senantiasa melibatkan semua unsur yang ada di Provinsi Kepri sehingga ide, gagasan, dan masukan yang disampaikan oleh stakeholder dan masyarakat untuk masa depan Provinsi Kepri 20 tahun yang akan datang lebih beragam, aktual, dan komprehensif.
Ditempat yang sama Prof. Eko Prasojo menyampaikan berdasarkan kajiannya dan Tim Universitas Indonesia, ada 3 Sumberdaya Potensi yang dimiliki oleh Provinsi Kepri yaitu:
"Tiga pilar ini akan menjadi dasar untuk mengembangkan visi, misi, dan program yang akan kita masukan dalam rancangan awal RPJPD 2025-2045", ungkap Eko.
Professor asal Kijang, Kabupaten Bintan ini mengingatkan agar RPJPD Provinsi Kepri terintegrasi dengan RPJPD Kabupaten/Kota, serta menyelaraskan semua program prioritas. RPJPD harus diletakkan pada konsep regional bukan sekedar sektoral, untuk itu diperlukan masukan dari daerah-daerah agar Ranwal RPJPD tersebut lebih berbobot, visioner, dan dapat mengakomodir seluruh ide, gagasan, dan potensi yang ada di daerah.
Dr. Agung Sakya Kirti Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji yang turut hadir sebagai narasumber dari kalangan akademisi memaparkan bahwa Provinsi Kepri harus berani bermimpi menjadi Poros Maritim Dunia dan menjadi yang terdepan dalam penerapan konsep Blue Ekonomi, serta Pioner dalam Penelitian dibidang Kemaritiman.
Menurut Agung, Visi Poros Maritim yang digagas Pemerintah Provinsi Kepri pada RPJPD 2025-2045 dapat diwujudkan bila adanya SDM yang handal, dukungan anggaran yang memadai, kolaborasi vertikal antara pemerintah pusat dan daerah, serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat (Triple Helix).
Bappeda Kepri mencatat sejumlah masukan dari berbagai kalangan yang hadir secara langsung maupun virtua pada kegiatan FGD tersebut yaitu:
Turut hadir pada FGD Ranwal RPJPD tersebut Kementerian PPN/BAPPENAS, Kemendagri, Kemenko Marves, Akademisi, OPD Provinsi Kepri dan Kabupaten/Kota, Instansi Vertikal, BPS, LAM, Lembaga Pengawas Mutu Pendidikan (LPMP), Badan Pengusahaan Kawasan/KEK, Asosiasi Pengusaha/ Profesi, PT. Pelabuhan Kepri, Organisasi Kepemudaan, LSM, dan Profesi, IWAPI, HNSI, dan Forum Anak Kepri.









