TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Maritim di Daerah Kepulauan yang dipimpin oleh Kabid Brida Ira wardeni di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Kepri, Kamis (2/7).
Diketahui Tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terdiri dari Prof. Dr. Ir. Suhendar Indrakoesmaya S., M.Si., Junita, S.IP., M.E, dan Dimas Januar Rizki, M.S.Ak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penyusunan kebijakan pembangunan berbasis riset (evidence-based policy) yang bertujuan menghasilkan strategi ketahanan pangan yang sesuai dengan karakteristik Kepulauan Riau sebagai provinsi yang sekitar 96 persen wilayahnya merupakan lautan. Selama ini, ketahanan pangan daerah kepulauan dinilai tidak dapat hanya mengandalkan sektor pertanian daratan, tetapi perlu mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan sebagai sumber pangan utama.
FGD dihadiri oleh perangkat daerah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kabupaten Bintan, Pemerintah Kota Tanjungpinang, hingga tim peneliti BRIN. Forum ini dimanfaatkan untuk menghimpun data, mengidentifikasi potensi unggulan sektor maritim, memetakan berbagai tantangan di lapangan, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang realistis dan dapat diterapkan.
Apabila rekomendasi hasil kajian diimplementasikan secara konsisten, masyarakat akan memperoleh manfaat berupa:
1. Ketersediaan pangan yang lebih stabil, terutama bagi wilayah pulau-pulau kecil.
2. Harga pangan lebih terkendali karena pasokan lokal meningkat.
3. Peningkatan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku UMKM sektor pangan laut.
4. Terciptanya lapangan kerja baru pada sektor perikanan, pengolahan hasil laut, logistik, dan industri pangan.
5. Meningkatnya konsumsi pangan bergizi berbasis hasil laut sehingga mendukung kualitas kesehatan masyarakat.